Peta Objek Wisata Sumatera Selatan
oleh Erie Khafif Mukti
Sebanarnya ada cukup banyak tempat wisata menarik yang dimiliki Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini. Melalui program Visit Musi 2008 yang digagas Pemerintah Daerah Sumsel merupakan salah satu cara mengenalkan lebih dekat aset-aset wisata di provinsi yang dikenal sebagai Bumi Sriwijaya ini, kepada masyarakat. Tidak hanya mereka yang berdomisili di Sumsel saja, tapi masyarakat di luar provinsi itu pun bisa mengenal lebih dekat potensi wisata yang dimiliki provinsi ini.
Jum’at lalu (2/5), saya menemani Redha, teman saya dari Lampung, jalan-jalan melihat Sungai Musi dari tepi seputaran Benteng Kuto Besak atau BKB. Pemandangannya indah. Angin berhembus terasa kering. Maklum ketika itu terik matahari cukup terasa panas.
Saya sendiri sebenarnya jarang nongkrong di seputaran BKB. Maklum saja untuk ke sana kalau sendiri rasanya kurang afdol bersama teman-teman. Malah saya pernah ke BKB bersama teman-teman SMA saya ketika pulang dari acara buka puasa bersama di sebuah tempat makan cepat saji di Jalan Veteran, Palembang.
Waktu itu kami ada sekitar berlima menumpang mobil Avanza hitam yang dikendarai Johan, salah satu dari teman saya tadi. Malam-malam kesana sekitar pukul 1 dini hari. Suasana di sana sepi. Hening. Kebetulan saya membawa kamera digital, inisiatif menjadi narsis pun datang segera. Berfoto-fotolah kami di sana. Mengambil latarbelakang Jembatan Ampera yang disinari lampu-lampu yang indah, kami ‘berfoya-foya’ foto bersama. Pulang dari situ tak terasa sudah pukul 3 dini hari dan menjelang imsak harus segera pulang untuk makan sahur.
Bedanya terakhir saya dan Redha ke BKB bisa berfoto-foto dengan latarbelakang Jembatan Ampera pada siang hari yang cukup terik matahari. Selain itu, tak sengaja menemukan sebuah billboard “Peta Objek Wisata Provinsi Sumatera Selatan”.
Ada banyak wisata yang disebutkan di billboard itu, antara lain: di Kabupaten Musi Banyuasin memiliki Danau Ulak Lia, di Kabupaten Banyuasi memiliki Cagar Alam Sembilang, di Kabupaten Muara Enim memiliki Air Terjun Bedegung yang jaraknya 125 KM dari kota Palembang, di Kabupaten Lahat ada Bukit Telunjuk yang jaraknya 225 KM dari Kota Palembang, Ribang Kemambang jaraknya 225 KM dari Kota Palembang, Kabupaten Pagar Alam memiliki Batu Megalith dan Gunung Dempo (3159 mdpl) bisa ditempuh dari Kota Palembang dengan jarak tempuh 125 KM.
Lalu, Kabupaten Oku Selatan memiliki Danau Ranau yang berbatasan dengan Provinsi Lampung dan dapat dijangkau 125 KM dari Baturaja, Kabupaten Oku Timur memiliki Irigasi “Upper Komering” dapat ditempuh 50 KM dari Baturaja dan Goa Putri yang dapat ditempuh 236 KM dari Palembang, Kota Prabumulih memiliki kawasan yang disebut “Kota Nanas” yang dapat ditempuh 125 KM, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki Danau Teluk Gelam yang dapat ditempuh sejauh 66 KM dari Kota Palembang, dan di Kota Pelembang sendiri juga banyak objek wisata yang patut dikunjungi, seperti: Benteng Kuto Besak (BKB), Jembatan Ampera yang membelah Sungai Musi, Taman Wisata Puntikayu dan masih banyak lagi lainnya.
RSS
14 Mei 2008, pukul 9:11 WIB
Orang Palembang aja msh jarang jalan-jalan ke daerah wisata yang di luar kota, biasa masalah klasik soal tempat yang jauh (daku termasuk orang yg jarang :D)
14 Mei 2008, pukul 10:19 WIB
Jadi pengen ke Gunung Dempo sama Danau Ranau lagi deh…
Umm… kayaknya kota kita jadi makin berbenah nih. Jadi penasaran mau tahu ada perubahan apa sama Palembang. Hehehe…
*pengen cepet liburan*
14 Mei 2008, pukul 17:43 WIB
maklum lha orang palembang kan rate kesibukannya yang tertinggi seendonesia, tiap ditanya mau kemana jawabannya pasti ada kerjaan :p
15 Mei 2008, pukul 10:42 WIB
ngapo pan? pengalaman yo
16 Mei 2008, pukul 13:34 WIB
kalo di Palembang alhamdulillah sdh galo (kalo dak salah) di daerah yg belum, Danau Ranau, Teluk Gelam. Nah cakmano kalo kito keliling rame
17 Mei 2008, pukul 21:48 WIB
Salam kenal,
saya membutuhkan peta kabupaten OKU Timur secara detail menunjukkan letak desa di wilayah tersebut. Mohon untuk di kirim lewat email saya yang laen (bukan email yang saya pakai untuk mengisi koment ini) di edisutrisno@yahoo.co.id atas bantuannya saya ucapkan terima kasih
25 Mei 2008, pukul 17:20 WIB
ass. yang nak nayo tentang wisata danau ranau, kirim emai be ke jarawrisaba@yahoo.co.id pasti ku bales. aku tinggal di ranau ni lah. trim’s
28 Mei 2008, pukul 8:43 WIB
ralat dikit mas dari palembang ke pagaralam tuh g sedeket itu 125km
hampir kurang lebih 300 kiloan
28 Mei 2008, pukul 19:35 WIB
Informasi tentang tempat masih sangat terbatas ya… Where to go, where to eat? Nah, brosur jugo susah nyarinyo…. Kalu pacak diperbanyak promosi ke propinsi laennyo….
Ibong-ibong tu kan wisata budaya yang menarik jugo…
Jugo tempat purbakala, di ME, Lahat, PGA…
7 Juni 2008, pukul 18:18 WIB
Ngape, jeme pg alam. Jarang yg maen k g dempo? Kbanyakan malah orang d luar pg alam.please..kite hrus bangga punya wisata cak g dempo.
14 Juni 2008, pukul 20:54 WIB
Pak, kalo mau cari cerita sejarah danau ranau, marga haji sampe muaradua ke mana ya ? mohon info..
trims
18 Juni 2008, pukul 17:04 WIB
baca saja buku mas hahahahaha
22 Juni 2008, pukul 17:05 WIB
boleh la plmbng ne………..kalah jakarta
cak mano plmbng be jd ibu kota nyo ?
24 Juni 2008, pukul 17:44 WIB
info yang bagus. kapan2x kalo balek ke plembang pacak jalan2x ke tempat2x di atas. thanks
1 Juli 2008, pukul 2:45 WIB
asal-usul danau ranau.. bukak be google, masuk ke kata kunci danau ranau.. banyak sumbernyo, tetep ksimpulannyo seperti itu.